Base Jeriji

Base Jeriji digunakan sebagai sarana sakral untuk menyimbolkan tangan dan kaki Atma (roh yang sedang disucikan dan dihantarkan). Disebut jeriji karena bentuknya menyerupai jari-jari pada kedua tangan dan kaki, yang dirangkai menggunakan 20 lembar daun sirih, masing-masing 10 gulungan untuk tangan dan 10 gulungan untuk kaki. Base ini dipasang pada Kwangen Pangrekan sebagai perlambang tubuh halus Atma, sehingga penghaturannya menjadi lebih lengkap secara sekala dan niskala. Bahan Utama yang diguakan terdiri dari: 20 lembar daun sirih segar yang rapi dan tidak sobek, Pamor/kapur sirih dari gelugah (kapur tradisional Bali), Benang untuk mengikat rangkaian, 10 bunga jepun/kamboja putih yang masih kuncup (untuk jari tangan, )10 bunga cempaka kuning kuncup (untuk jari kaki). Langkah Pembuatannya

  1. Pisahkan 20 lembar sirih menjadi dua kelompok: 10 untuk tangan, 10 untuk kaki. 2) Gulungan Tangan (Malinggeb): Tiap lembar sirih diisi sedikit pamor/kapur geluga, lalu digulung malinggeb (menutup ke dalam) hingga padat. Buat 10 gulungan. 3) Ujung tiap gulungan disematkan bunga jepun putih, sebagai simbol kelima jari pada tangan Atma. 4) Gulungan Kaki (nungkayak): 10 lembar berikutnya juga diisi pamor gluga, lalu digulung nungkayak (lipatan/putaran terbuka ke luar seperti tunas) dengan bentuk memanjang dengan membuat 10 gulungan. Ujung gulungan diberi bunga cempaka kuning kuncup, sebagai simbol jari-jari kaki Atma. 6) Rangkai kedua kelompok (tangan & kaki) masing-masing sejajar berjajar menggunakan benang, sehingga membentuk dua untaian jeriji yang simetris.

Layer

Komponen Banten

Variasi