Tampinan merupakan salah satu bentuk base porosan yang digunakan khusus sebagai sarana pangraos, media penghatur rasa, niat, dan komunikasi bhakti dalam persembahan. Berbeda dengan porosan yang dijepit menggunakan semat, tampinan tidak dijepit, tetapi digulung karena berfungsi pada tetandingan yang mengutamakan aspek rasa dan suara bhakti. Bahan yang digunakan terdiri dari daun sirih minimal 2 lembar atau lebih (sesuai kebutuhan), kapur sirih (pamor), buah pinang (jambe), gambir sebagai pelengkap, Tembakau diletakkan pada kojong terpisah. Pembuatan sarana Tampinan biasanya digunakan dalam canang pangraos, nasi bira, nasi wong-wongan.